Gatot Brajamusti Berpulang, Suci Patia Unggah Momen Perpisahan: Selamat Menuju Keabadian Papa Sayang


 Gatot Brajamusti meninggal dunia. Suci Patia unggah kenangan dan momen terakhir bersama sang ayah.

Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air.

Aktor Gatot Brajamusti meninggal dunia pada Minggu (8/11/2020).

Mantan ketua umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) tersebut menghembuskan napas terakhirnya di usia 58 tahun.

Ia disebutkan meninggal dunia karena telah lama mengidap beberapa penyakit.

Suci Patia, anak Gatot Brajamusti tampak mengabarkan kabar duka tersebut melalui Instagram Stories.

Ia mengunggah potret masa kecilnya bersama sang ayah.


"Selamat menuju keabadian, papa sayang.


Usia tak lagi ada, namun papa akan bersemayam hidup dalam hati ini. Selamanya (emoji love)," tulis Suci.

Wanita yang berprofesi sebagai MC dan moderator tersebut juga menuliskan permohonan maaf.

Ia berharap segala kesalahan ayahnya semasa hidup dapat dimaafkan.

"Teruntuk semua yang telah memberikan segenap cinta dan doanya, terima kasih sekali.

Mohon maaf belum bisa membalas satu persatu.

Mohon dibukakan pintu maaf untuk ayahanda tercinta, Gatot Brajamusti, jika beliau pernah menuai salah semasa hidupnya.

Mohon doanya," ungkap Suci.

Jenazah Aa Gatot, panggilan akrab Gatot Brajamusti rencananya akan dimakamkan di Sukabumi, Jawa Barat.

Suci pun mengunggah momen terakhirnya bersama sang ayah pada (9/11/2020).

Ia memposting potret keranda yang tertutup kain berwarna hijau.

Tampak 2 orang pria dan 1 wanita duduk di dekat keranda tersebut.

Suci juga menyematkan emoji love pada unggahannya.


Detik-detik Sebelum Ki Seno Meninggal Dunia Terungkap, Sempat Sepedaan, Muntah & Ngeluh: Gak Kuat

Sebelumnya, kabar duka juga datang dari dalang kondang Ki Seno Nugroho.

Tak hanya para penggemar, kerabat Ki Seno Nugroho pun tak menyangka sang dalang akan berpulang secepat ini.

Gunawan, kerabat sekaligus admin sang dalang mengaku sebelumnya Ki Seno Nugroho sempat beraktivitas seperti biasanya.

Bahkan Ki Seno Nugroho sempat menjalankan rutinitasnya untuk bersepeda.

Sayangnya di tengah perjalanan bersepeda, Ki Seno Nugroho mendadak tak kuat dan mengeluh pusing.


"Ki Seno biasanya sepedaan, terus di tengah perjalanan merasa kepalanya pusing, gak kuat,"kata Gunawan.

Selanjutnya, Ki Seno kemudian minta dijemput menggunakan kendaraan karena lumayan jauh saat bersepeda.

"Akhir sampai rumah dan istrihat hingga mahrib, saat itu sudah di kamar aja."ungkapnya.

Terungkap juga Ki Seno sempat muntah-muntah hingga akhirnya di bawa ke rumah sakit terdekat dari tempat tinggal.

"Isya dibawa (ke rumah sakit), masuk UGD. Ditangani oleh dokter yang dulu pernah menangani saat opname, kemudian masuk ICU,"terangnya.

Dari sana terdeteksi ada dua penyumbatan.

"Jam sepuluh kurang sudah dipanggil yang Maha Kuasa,"kata Gunawan.

Bagi penggemar pertunjukan wayang, nama Ki Seno Nugroho sudah tak asing lagi.

Dalang kelahiran Yogyakarta, 23 Agustus 1972 ini menjadi salah satu sosok dalang yang sukses membuat kesenian wayang kulit dicintai kaum milenial.

Ki Seno Nugroho sukses menyajikan pertunjukan wayang kulit yang memadukan antara gagrak Surakarta dan gagrak Yogyakarta.

Gayanya memainkan tokoh punakawan, Petruk, Semar, Gareng, dan Bagong dengan guyonan yang kekinian menjadi daya tarik tersendiri.

Kiprahnya di dunia pedalangan bukan hanya di Indonesia namun juga sudah merambah daratan Eropa seperti Belanda dan Belgia.

Dihimpun dari berbagai sumber, sejak usia 10 tahun ia sudah belajar menjadi seorang dalang.

Karirnya menjadi seorang dalang, dimulai ketika usianya 15 tahun, kala itu ia masih menjadi siswa di Sekolah Menengah Kesenian Yogyakarta.

(TribunStyle.com/Febriana,Tribunjogja.com/Xna)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel