HATI HATI Modus Baru Berhubungan Intim, Sepasang Kekasih di Deliserdang jadi Begal hingga Tusuk Korban 42 Kali


Pada Senin (2/11/2020), warga Deliserdang, Sumatera Utara sempat dikejutkan atas penemuan jasad seorang pemuda bersimbah darah yang mengalami luka tusuk sebanyak 42 tusukan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban berinisial RF (18) merupakan korban begal sepasang kekasih yang menggunakan modus mengajak berhubungan intim.

Pelaku wanita awalnya memancing korban lewat media sosial.


Fakta tersebut diungkapkan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (6/11/2020).

Total ada tiga pelaku yang berhasil diamankan, YP alias W (23), AR (15), dan seorang wanita berinisial YF (17).

Peran YF di sini adalah memancing korban untuk bertemu langsung dengan iming-iming diajak berhubungan suami istri.

"Modus mereka ini adalah tersangka perempuan berkenalan dengan calon korban melalui medsos, dalam hal ini yang digunakan adalah Facebook," ujar Kombes Riko.

"Setelah berkenalan kemudian mengajak ketemuan dengan calon korban."


"Dalam pertemuan itu, si perempuan ini mengajak korban ke tempat kos-kosannya," sambung Kombes Riko.

Ketika bertemu, korban dan YF kemudian berangkat berdua menggunakan sepeda motor.

Di tengah perjalanan, YF mengatakan ada seorang rekannya yang hendak ikut.

Akhirnya ketiganya berboncengan bertiga menggunakan satu sepeda motor.

Korban mengendarai di depan, pelaku perempuan yakni YF berada di tengah, dan pelaku lainnya duduk di paling belakang.

"Sampai di TKP, korban ditusuk-tusuk oleh tersangka yang duduk paling belakang," ungkap Kombes Riko.

"Itu langsung ke bagian leher dengan pisau," sambungnya.

Korban diketahui sempat melakukan upaya perlawanan, namun pelaku ketiga yang telah membuntuti dari belakang, ikut menusuk korban menggunakan sebuah obeng hingga berkali-kali.

"Dari hasil pengecekan ada 42 lubang yang kita perkirakan itu adalah bekas tusukan.

Bekas tusukan daripada para tersangka ini," tegas Kombes Riko.

Seusai korban tewas, barang-barang korban, sepeda motor CBR 150 dan ponsel Xiaomi Note 4X dibawa kabur pelaku.

Terungkap Gegara Obeng

Ketiga pelaku mengaku sudah beraksi melakukan pembegalan dengan modus seperti itu selama empat kali.

Namun ketiganya mengaku baru melakukan pembunuhan satu kali.

"Menurut pemeriksaan awal mereka sudah 4 TKP, dengan modus yang sama," ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (6/11/2020).

"Mereka mengaku tidak pernah membunuh. Baru sekarang ini mereka membunuh, menurut pengakuannya, nanti akan kita telusuri," cetusnya.

Identitas para pelaku akhirnya terungkap gara-gara sebuah obeng yang digunakan sebagai alat pembunuhan.

Obeng tersebut ternyata dicuri oleh pelaku dari sebuah bengkel.

Sang pemilik bengkel mengiyakan jika obeng yang digunakan untuk melakukan pembunuhan sama persis dengan miliknya yang hilang.

"Karena sore hari pada saat dia bekerja dia melihat tiga orang ini duduk di depan bengkelnya. Setelah 3 orang itu pergi, obengnya hilang," tutur Kombes Riko.

Pengakuan Saksi Mata

A Ginting, seorang saksi, mengaku sempat mendengar ada sebuah sepeda motor masuk ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP), sekira pukul 17.00 WIB.

"Jarak TKP dari rumah saksi sekitar 60 meter," terang Kompol Yasir melalui press release, Kamis (5/11/2020).

Sedangkan saksi mata Indraman Sembiring mengaku sempat melihat sebuah becak mesin di sekitar TKP sekira pukul 19.00 WIB.

Selain itu, ia juga sempat melihat sebuah motor Honda Beat yang ditunggangi oleh tiga orang penumpang.

"Dari lokasi kita temukan korban dengan puluhan luka tusukan. Selain itu kita juga temukan sebilah Pisau, obeng dan 4 buah sandal," ujar Kompol Yasir. 

(TribunWow.com/Anung)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel