PERLAKUAN Sarwendah & Ruben Onsu ke Betrand Peto Berbeda, Bahkan Sampai Cekcok, Onyo: Sabar Bunda


Betrand Peto membongkar perbedaan sikap Ruben Onsu dan Sarwendah kepada dirinya. Bahkan Ruben Onsu dan Sarwendah sampai cekcok karena hal itu.

Kehadiran Betrand Peto di keluarga Ruben Onsu dan Sarwendah memberikan warna tersendiri.

Baik Ruben Onsu dan Sarwendah pun turun tangan langsung untuk mengurus segala keperluan Betrand Peto.

Bahkan Sarwendah dan Ruben Onsu tak pernah terlihat membedakan kasih sayangnya pada Betrand Peto dan dua anak kandung mereka, begitu pula dengan disiplin yang diajarkan Ruben kepada Betrand.

Tapi ternyata ada perbedaan sikap Ruben dan Sarwendah yang akhirnya diungkap oleh Betrand Peto.


Bahkan, Betrand Peto mengaku bahwa ayahnya itu kerap kali cek cok dengan Sarwendah karena perbedaan perintah yang diberikan kepadanya.

Paksaan Ruben Onsu pada Betrand Peto itu rupanya untuk membiasakan anak angkatnya dengan Sarwendah itu agar disiplin.

Ya, satu di antara didikan displin itu tercermin ketika Ruben Onsu membangunkan Betrand Peto sebelum berangkat sekolah.

Sedangkan, Betrand Peto menjelaskan bahwa ia kini bersekolah di Jakarta seperti murid-murid lainnya.


"By the way sekolahnya gimana?" tanya Erie Suzan seperti dikutip dari channel YouTube Erie Suzan.

"Sekolahnya sudah pindah di sini," jawab Betrand.

"Terus sekolahnya home schooling apa tiap hari," tanya Erie lagi.

"Tiap hari," jawab Betrand.

"Setiap pagi?" ucap Erie Suzan lagi.

Kemudian, Betrand mengatakan bahwa ayahnya biasanya membangunkannya pada pukul 5 pagi.

Bahkan, Ruben sampai menarik tangan Betrand agar segera mandi.

Meskipun biasanya dia masih mengantuk.

"Bangun jam lima Ayah yang bagunin, tarik tangan, bangun, mandi."

"Di kamar mandi gini-gini terus," ujar Betrand sambil memperagakkan ketika mengantuk.

Menanggapi cerita Betrand, Erie lantas percaya dengan itu.

Dirinya yang mengenal Ruben Onsu menilai bahwa istri Sarwendah itu sosok yang hebat.

"Jadi ya percaya sih, Ayah itu orang hebat kenapa? Karena kakak kenal sudah lama," ucap Erie.

Kemudian, Betrand menceritakan soal pengalamannya diajak Ruben ke Sanggar Ananda.

Betrand mengaku sangat kagum melihat anak-anak di sana berlatih syuting.

"Aku sampe diajakin apa yang tempat akting-akting itu," ujar Betrand.

"Sanggar Ananda," timpal Erie.

"Ih bagus sekali akting mereka, semangat mencapai cita-cita," puji Betrand.

Kemudian, Erie menimpali lagi bahwa apa yang dilakukan Ruben Onsu demi yang terbaik bagi Betrand Peto.

"Kalau kakak lihat karena ayah punya keyakinan, karena ayah melihat potensi Betrand jadi niatnya Beliau sebagai orang tua pasti pengen yang terbaik," kata Erie.

Betrand Peto mengatakan bahwa apa yang tidak disukainya dari Ruben adalah sikap banyak berbicara.

Mulanya, Betrand Peto tidak mau mengaku namun akhirnya ia mau mengakui setelah ditanya oleh Erie.

"Kamu ditanya jangan bohong yah, nah ada yang enggak disuka enggak dari ayah bunda?," tanya Erie.

"Enggak," jawab Betrand.

"Enggak ada? Satupun?" tanya Erie lagi.

"Enggak ada," jawab Betrand lagi.

"Kalau biasanya mama negur?," ujar Erie tak mau menyerah.

Lantas, Betrand menjawab dirinya tak suka dengan sikap ayahnya yang bawel ketika di rumah.

Satu di antara contohnya ketika ia diminta Ruben untuk menghafalkan lagu.

"Kalau ayah sih bawel, sering di rumah hafalin lagu, hafalin lagu," kata Betrand.

Namun, perdebatan Ruben dan Sarwendah terjadi ketika sang ibu menyuruhnya untuk makan sebelum menghafalkan lagu.

"Terus bunda panggil, 'Kakak makan'."

"Sabar bunda, kakak lagi ngehafalin lagu. 'Makan dulu', sabar bunda, 'Makan dulu', iya bunda,"," demikian percakapan Betrand dengan Sarwendah.

Lantas perdebatan mulai terjadi ketika Ruben mengetahui Betrand justru makan terlebih dahulu.

"Terus ayah keluar dari kamar, 'Hafal enggak lagunya?', bunda suruh makan dulu, 'Ayah suruh gimana', hafalin lagu, 'Terus kenapa makan dulu?', bunda yang suruh," cerita Betrand.

"Akhirnya cekcok Bunda sama Ayah," imbuhnya.

Menanggapi itu, Erie lantas mengatakan bahwa ternyata ada ketidakkompakan antara ayah dan ibu Betrand.

Kendati demikian, mereka berniat baik untuk Betrand.

"Oo ada ketidakkompakkan ternyata, satu suruh latihan yang satu lagi suruh makan, dua-duanya bagus yang satu makan buat stamina, yang satu maksudnya supaya apa ya?," tanya Erie.

"Supaya banyak-banyakin lagu buat MOP Music," jawab Betrand.

"Perbendaharaan lagu jadi banyak, jadi wawasan Betrand dalam bermusik juga semakin matang dan bagus," timpal Erie.


sumber : Meskipun biasanya dia masih mengantuk.

"Bangun jam lima Ayah yang bagunin, tarik tangan, bangun, mandi."

"Di kamar mandi gini-gini terus," ujar Betrand sambil memperagakkan ketika mengantuk.

Menanggapi cerita Betrand, Erie lantas percaya dengan itu.

Dirinya yang mengenal Ruben Onsu menilai bahwa istri Sarwendah itu sosok yang hebat.

"Jadi ya percaya sih, Ayah itu orang hebat kenapa? Karena kakak kenal sudah lama," ucap Erie.

Kemudian, Betrand menceritakan soal pengalamannya diajak Ruben ke Sanggar Ananda.

Betrand mengaku sangat kagum melihat anak-anak di sana berlatih syuting.

"Aku sampe diajakin apa yang tempat akting-akting itu," ujar Betrand.

"Sanggar Ananda," timpal Erie.

"Ih bagus sekali akting mereka, semangat mencapai cita-cita," puji Betrand.

Kemudian, Erie menimpali lagi bahwa apa yang dilakukan Ruben Onsu demi yang terbaik bagi Betrand Peto.

"Kalau kakak lihat karena ayah punya keyakinan, karena ayah melihat potensi Betrand jadi niatnya Beliau sebagai orang tua pasti pengen yang terbaik," kata Erie.

Betrand Peto mengatakan bahwa apa yang tidak disukainya dari Ruben adalah sikap banyak berbicara.

Mulanya, Betrand Peto tidak mau mengaku namun akhirnya ia mau mengakui setelah ditanya oleh Erie.

"Kamu ditanya jangan bohong yah, nah ada yang enggak disuka enggak dari ayah bunda?," tanya Erie.

"Enggak," jawab Betrand.

"Enggak ada? Satupun?" tanya Erie lagi.

"Enggak ada," jawab Betrand lagi.

"Kalau biasanya mama negur?," ujar Erie tak mau menyerah.

Lantas, Betrand menjawab dirinya tak suka dengan sikap ayahnya yang bawel ketika di rumah.

Satu di antara contohnya ketika ia diminta Ruben untuk menghafalkan lagu.

"Kalau ayah sih bawel, sering di rumah hafalin lagu, hafalin lagu," kata Betrand.

Namun, perdebatan Ruben dan Sarwendah terjadi ketika sang ibu menyuruhnya untuk makan sebelum menghafalkan lagu.

"Terus bunda panggil, 'Kakak makan'."

"Sabar bunda, kakak lagi ngehafalin lagu. 'Makan dulu', sabar bunda, 'Makan dulu', iya bunda,"," demikian percakapan Betrand dengan Sarwendah.

Lantas perdebatan mulai terjadi ketika Ruben mengetahui Betrand justru makan terlebih dahulu.

"Terus ayah keluar dari kamar, 'Hafal enggak lagunya?', bunda suruh makan dulu, 'Ayah suruh gimana', hafalin lagu, 'Terus kenapa makan dulu?', bunda yang suruh," cerita Betrand.

"Akhirnya cekcok Bunda sama Ayah," imbuhnya.

Menanggapi itu, Erie lantas mengatakan bahwa ternyata ada ketidakkompakan antara ayah dan ibu Betrand.

Kendati demikian, mereka berniat baik untuk Betrand.

"Oo ada ketidakkompakkan ternyata, satu suruh latihan yang satu lagi suruh makan, dua-duanya bagus yang satu makan buat stamina, yang satu maksudnya supaya apa ya?," tanya Erie.

"Supaya banyak-banyakin lagu buat MOP Music," jawab Betrand.

"Perbendaharaan lagu jadi banyak, jadi wawasan Betrand dalam bermusik juga semakin matang dan bagus," timpal Erie.



sumber : style.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel