WANITA Cantik Asli Bandung Ini Dinikahi OPPA Korea, Awal Ketemu Gara-gara Bahasa China, Ini Kisahnya


Ada banyak cerita unik mengenai kisah pernikahan yang terjadi beda negara.

Keunikan tersebut karena adanya perbedaan bahasa, budaya hingga negara yang menjadi satu ketika memutuskan untuk menikah.

Di Indonesia pernikahan antar dua negara nampaknya masih terkesan awam.

Namun, ada segelintir kisah dari orang Indonesia yang menemukan jodohnya di benua lain.

Cerita ini pun menarik perhatian publik dan kerap memicu pertanyaan bagaimana cara bertemunya.

Rasa penasaran yang timbul akan pertemuan dua manusia yang terpisah jarak ini terbilang wajar.

Mengingat hampir tidak mungkin untuk bertemu apalagi menikah.

Namun, tidak ada yang mustahil karena Tuhan telah menakdirkan manusia berpasang-pasangan.

Bahkan jika pasangannya berada di ujung dunia ekalipun, jika sudah berjodoh manusia bisa apa.

Kisah unik pernikahan beda negara datang dari seorang wanita cantik asli Bandung.

Wanita bernama Gina ini menikah dengan pria asal Korea bernama Jay.

Lalu bagaimana caranya pasangan ini bisa bertemu?

Jawabannya diuraikan kedua pasangan ini melalui kanal YouTube Kimbab Family yang tayang pada 13 Maret 2019 lalu.


Saat mengawali cerita, Gina mengaku jika pertemuannya dengan sang suami sama seperti yang lainnya.

Gina juga menganggap jika cerita mengenai pertemuan dengan suaminya yang asal Korea akan biasa saja dan tidak menarik bagi orang lain.

Namun, Gina mengaku jika kisah pertemuannya dengan sang suami baginya spesial.

"Kita mau cerita sedikit tentang bagaimana kita ketemunya," ucap Gina.

Sang suami pun mengurai cerita pertemuannya dengan Gina yang menjadi istrinya sekarang diawali dengan selesai kuliah.

"Waktu saya selesai kuliah, saya punya keinginan belajar Bahasa China," ujar suaminya.

"Oh udah selesai kuliah ya? Terus?," tanya Gina.

"Terus saya jadi ke China untuk belajar Bahasa China," jelas suami Gina.

"Saya waktu itu sudah selesai kuliah juga, saya sedang bekerja di suatu perusahaan di Jakarta dan diberi kesempatan untuk belajar Bahasa China, ya jadi begitulah bisa ketemu," sambung Gina.

"Jadi ceritanya kita satu sekolah, satu kelas malah, satu kelas ketemu gitu," lanjut Gina.

"Iya itu belajar Bahasa China," sahut suaminya.

"Iya belajar Bahasa Mandarin," ujar Gina.

Sehingga pertemuan antara Gina dan Jay terjadi di China karena sama-sama belajar Bahasa China.

"Waktu ketemunya kita awal ketemu berdua komunikasi pake Bahasa Inggris, karena waktu itu sama-sama saya nggak bisa Bahasa Korea, appa (ayah) nya anak-anak juga nggak bisa Bahasa Indonesia, jadi kita berdua bicara pakai Bahasa Inggris," ungkap Gina.

"Lama-kelamaan kita belajar Bahasa Mandarin, bicaranya jadi campur pakai Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin komunikasinya satu sama lain," tambah Gina.

Setelah pertemuan itu, Gina dan Jay pun memutuskan menikah.

"Abis itu, jadi ceritanya abis sekolah, lulus sekolah sama-sama sudah pulang ke negara masing-masing, nggak lama dari situ ya kita menikah ya," ujar Gina.

Namun, muncul berbagai cobaan sebelum menikah apalagi perbedaan negara, budaya dan bahasa menjadi rintangan kedua pasangan beda negara itu untuk mengikat janji sehidup semati.

"Ceritanya gitu aja simple sih, tapi sebelum menikah banyak sekali yang kita pikirkan karena kita dua orang berbeda, dari dua negara berbeda, bahasa, budaya juga berbeda gitu, jadi banyak sekali yang kita pikirin," lanjut Gina.

"Karena orangtua kedua pihak juga sama-sama khawatir kita akan mempunyai kesulitan, banyak sekali halangan, rintangan, kita berpikirnya juga lama dan sulit sekali wkatu itu," jelas Gina.


Kendati demikian, keduanya bisa meyakinkan kedua belah pihak keluarga dan melewati masa-masa sulit tersebut dan mengakhirinya dengan tetap menikah.

"Tapi meski begitu pada akhirnya kita memutuskan untuk menikah, begitu nikah kita memutuskan untuk tinggal di Korea, Seoul saat itu beberapa tahun, lalu pindah ke Indonesia beberapa tahun dan sekarang pindah lagi ke Korea," ungkap Gina.

"Setelah menikah kita baru belajar bahasa masing-masing, appa nya belajar bahasa Indonesia, saya juga belajar bahasa Korea, sampai sekarang sebetulnya masih juga belajar," ungkapnya.

"Begitu saya tinggal di Korea menikah dan hamil anak pertama belajar bahasa Korea lewat kursus selama 3 bulan," ujar Gina.

Sementara suaminya mulai belajar Bahasa Indonesia sejak tinggal di Indonesia dengan cara belajar otodidak sambil berkomunikasi dengan keluarga Gina.

Tapi waktu itu ada kesulitan karena di rumah keluarga Gina semuanya pakai Bahasa Sunda," ujar suaminya.

"Oh iya di rumah saya dan orangtua dengan adik-adik itu pakai Bahasa Sunda," akui Gina.

Demi memperlancar komunikasi, Gina dan suaminya sampai membeli buku untuk belajar Bahasa Indonesia dan Korea.

Dibalik perbedaan yang terjadi antara dua warga beda negara hingga bahasa ini tersimpan hikmah yang luar biasa.

Gina dan suaminya memiliki alasan untuk mendidik anak-anaknya agar bisa menguasai kedua bahasa dari negara asal masing-masing orangtuanya.

"Alasan kita ke anak-anak, saya pakai Bahasa Indonesia ke anak-anak dan appa-nya juga pakai Bahasa Korea ke anak-anak karena saya orang Indonesia, saya ngomong Bahasa Indonesia ke anak-anak rasanya lebih sampe gitu maksudnya," jelas Gina.

Gina mengakui jika dirinya lebih nyaman menggunakan Bahasa Indonesia, selain itu juga ingin anak-anaknya mengetahui budaya Indonesia.

"Lebih tersampaikan dengan sempurna daripada saya pakai Bahasa Korea atau Bahasa Inggris, rasanya beda gitu, alasan selanjutnya juga karena anak-anak harus komunikasi dengan keluarga saya di Bandung, Indonesia, lebih baik kalo mereka bisa Bahasa Indonesia," ujar Gina.

"Memang awalnya mau pake Bahasa Korea full sama anak-anak," sahut sang suami.

"Iya, tapi setelah kita ngobrol lagi, kami pikir anak-anak juga harus tau akar mereka ayahnya dari Korea dan ibunya dari Indonesia, jadi mereka masing-masing harus tau budaya kita," lanjut Gina.

Kini dari pernikahan Gina dan Jay sudah dikaruniai 3 orang anak bernama Suji, Yunji dan Jio.

Dalam video vlog yang diunggah melalui YouTube Channel Kimbab Family terdapat banyak konten mengenai kegiatan keluarga Gina dan Jay di Korea.

Mulai dari review harga produk Indonesia dan berkebun di pekarangan rumah hingga menghabiskan waktu bersama anak-anak.

Kendati banyak perbedaan, Gina dan Jay memperlihatkan keharmonisan yang dibangun keluarga kecilnya melalui kesederhanaan.

Bahkan akun YouTube-nya telah mencapai lebih dari 1 juta subscriber.


sumber : palembang.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel