Biodata Aria Baron Mantan Gitaris Gigi yang Meninggal, Eross Sheila On 7 dan Andra Dewa 19 Berduka



Berikut biodata Aria Baron mantan gitaris Gigi yang meninggal dunia hari ini Selasa 29 Juni 2021. 

Dari biodata Aria Baron, mantan gitaris Gigi yang meninggal dunia itu tutup usia di umur 51 tahun dan menyisakan duka  bagi para musisi Indonesia. 

Kabar Aria Baron meninggal juga dibenarkan pengamat musik Adib Hidayat melalui pesan singkat Selasa (29/6/2021). 

"Thomas Ramadhan dari GIGI pukul 10.42 telepon saya sambil nangis mengabarkan Aria Baron wafat. Info dia dapatkan dari kakaknya," kata Adib melalui pesan singkat kepada Kompas.com 'Kabarkan Aria Baron Meninggal, Thomas GIGI Menangis Telepon Adib Hidayat'.



Sebelumnya, Aria Baron yang kini menjadi manajer band Gigi itu dirawat di rumah sakit karena positif Covid-19.

Sandy Pas Band dan vokalis Gigi, Armand Maulana, saat itu meminta doa untuk kesembuhan Aria Baron.

Mereka juga mendoakan Thomas yang saat itu masih positif Covid-19.

Terbaru, Thomas telah dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara itu, Aria Baron dikabarkan membutuhkan plasma darah konvalesen.

Aria Baron membutuhkan donor plasma darah dari penyintas Covid-19.

Pada 16 Juni 2021, Armand Maulana juga mengabarkan kondisi Aria Baron mulai membaik. Namun, hari ini, kabar duka itu datang.

Aria Baron merupakan salah satu personel yang mempelopori terbentuknya Gigi.

Aria Baron menjadi gitaris di band tersebut dan sempat berkarya bersama band yang sudah terbentuk sejak 1994 itu dalam dua album. 

Awal Karir 

Lahir di Bandung 16 Januari 1970, Aria Baron Suprayogi atau akrab disapa Baron mulai mengenal musik sejak belajar piano klasik. 

Kemudian saat usia 12 tahun, Aria Baron pindah ke gitar akustik di YMI.

Sayang, Aria Baron keluar dari sekolah musik karena tak nyaman dengan kedisiplinan di sana.

Aria Baron pun sempat belajar drum, tetapi akhirnya kembali ke gitar dan mengikuti kursus gitar jazz.

Saat duduk di bangku kelas 1 SMA, Baron belajar pada Donny Suhendra, Harry Roesli, dan Pra Budi Dharma.

Hasilnya tak sia-sia, dia meraih gelar gitaris terbaik selama tiga tahun berturut-turut (1986-1988) dari ajang LMC (Light Music Contest) Yamaha.



Saat kuliah di perguruan tinggi di Bandung, Aria Baron sempat ke Australia dengan niat untuk sekolah musik di Australian Guitar of Institute atas saran Joe Satriani. Namun ia diusir karena membawa gitar elektrik.

Sekembalinya ke Indonesia, Aria Baron membentuk grup band di Bandung bernama Badai Band bersama Andi (vokal), Iwan (bass), Abi (gitar), Ade (drum) dan Dwi (keyboard).

Badai Band kemudian sering nongkrong di pub O'Hara.

Sudah cukup lama grup musik beraliran alternatif - rock ini malang melintang diberbagai acara seputar kampus di kota Kembang, Bandung.

Badai Band sudah beberapa kali mengalami pergantian personel hingga personel terakhirnya adalah Andi (vokal), Baron (gitar), Iwan (bass), Denny (gitar - menggantikan posisi Abi), Ade (drum) dan Dwi (keyboard).

Sampai akhirnya, Aria Baron terpaksa mundur karena ia telah menyelesaikan kuliahnya dan memutuskan hijrah ke Jakarta.

Badai Band kemudian menjelma menjadi grup band rock yang sekarang lebih dikenal dengan nama /rif (R.I.F - Rythm In Freedom).

Di Jakarta, Aria Baron membentuk grup band bernama Gigi bersama Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Ronald Fristianto (drum), dan Thomas Ramdhan (bass).

Namun kebersamaan Aria Baron bersama Gigi hanya berjalan singkat lewat 2 album perdana Gigi yaitu album pertama Angan (1994) yang terjual 100.000 kopi, serta album kedua Dunia (1995) yang sukses terjual 400.000 kopi.

Bulan September 1995, Aria Baron memutuskan keluar dari Gigi karena ingin melanjutkan sekolah di Communication Arts, di New York Institute of Technology, Amerika.

Tak lama setelah kembali lagi ke Indonesia usai menyelesaikan pendidikan pasca sarjanannya, Aria Baron kembali nge-band.

Bersama E'el (mantan drummer ADA Band) dan Adi Dharmawan, basis Donny Suhendra, Baron membentuk NO! Band.

NO! Band kemudian berubah menjadi Baron Band, tentu saja dengan perubahan formasi.

Baron Band digawangi oleh Baron (gitar), Arry Safriadi (vokal), Adi Dharmawan (bass), Aksan Sjuman (additional drum untuk album).

Mereka pun merilis Baron Volume 01 pada tahun 2002 di bawah label BMG Music Indonesia.

Untuk penampilan live, Aria Baron merekrut Krisna (kibor) dan Iyun (drum) - keduanya personel Discus - untuk memperkuat performa Baron Band.

Tahun 2008, Aria Baron kembali meramaikan musik tanah air dengan merilis album Flying High pada Agustus 2008.

Album ini dirilis oleh Baron Soulmate yang dibentuk Baron bersama vokalis Ary dan drummer Jimmy


Album musik:

Angan (1994) - bersama Gigi
Dunia (1995) - bersama Gigi
Baron Volume 01 (2002) - bersama NO! Band
Flying High (2008) - bersama Baron Soulmates
The Winner (2010) - bersama Baron Soulmates


Duka Para Musisi Indonesia

Kepergian Aria Baron menyisakan duka terlebih bagi para musisi Tanah Air. 

Sebut saja Eross Sheila On 7, Andra Dewa 19 hingga Piyu Padi yang turut mengurai perasaan duka untuk Aria Baron di media sosial masing-masing. 

'Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un, ikut berduka cita yg paling dalam atas meninggalnya Abah @ariabaron, semoga Allah menempatkan di tempat yg paling indah bersama orang2 beriman, Aamiiinn YRA. Terakhir berfoto bersama Abah Baron tahun 2018 pas konser amal. RIP Abah Baron!!' tulis Andra Ramadhan gitaris Dewa 19. 

Eross Candra gitaris Sheila On 7 juga mengunggah postingan perihal kabar wafatnya Aria Baron. 

'Inna Lillahi wa inna ilayhi raji'un ...selamat jalan abah baron'

Kemudian, Piyu gitaris Padi mengunggah postingan dengan caption:

'Selamat jalan ya Ron... Semua jawaban langit sudah kamu dapatkan sekarang. we really miss you my man'.

Ikuti berita terkait biodata Aria Baron, Aria Baron meninggal dan Aria Baron lainnya. 


Penulis: Sarah Elnyora/ SURYAMALANG.COM 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel